Headlines
Loading...
Uluputty Sosialisasikan UU R1 7 Tahun 2016 Sekaligus Serap Aspirasi

Uluputty Sosialisasikan UU R1 7 Tahun 2016 Sekaligus Serap Aspirasi

Banda Neira ----  Anggota DPR RI Komisi IV Saadiah Uluputty melaksanakan sosialisasi UU RI 7 Tahun 2016 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidayaan Ikan dan Petambak Garam  di Universitas Banda Naira, Seni (31/10). Kegiatan ini di hadiri oleh rektor, civitas akademika dan Ratusan Mahasiswa/mahasiswi dari Universitas tersebut.

Sebagaimana termaktub dalam pasal satu undangan-undangan tersebut bahwa perlindungan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam adalah segala upaya untuk membantu Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam dalam menghadapi permasalahan kesulitan melakukan Usaha Perikanan atau Usaha Pergaraman. 

Undang-undang ini juga menjamin segala hal untuk meningkatkan kemampuan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam dalam melaksanakan Usaha Perikanan atau Usaha Pergaraman secara lebih baik. 

“Harapan besar kami dengan adanya regulasi ini, Nelayan dan masyarakat yang  memiliki usaha di bidang perikanan bisa berkembang lebih baik lagi, sehingga mereka bisa menyejahterakan diri mereka dan keluarga”ungkap Uluputty.

“Banda merupakan daerah yang potensial soal perikanan, bukan hanya hari ini tapi sudah di kenal dari zaman penjajahan, bahkan hasil alam Banda berupa perikanan sudah menghidupi orang-orang di Eropa sana.  Menurut penelitian dari Talakua dkk (2020)  Perairan  Laut  Banda  terdapat  4 jenis ikan  tuna  yakni  Madidihang  (Thunnus  albacores),  Mata  Besar  (Thunnusobesus), albakora (Thunnusalalunga),dan tuna sirip biru (Thunnus maccoii) dengan potensi lestari masing-masing sebesar  13.723  ton,7.294  dan  150  ton. Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengetahuipotensi sumberdaya  ikan  tuna  di  Banda  Naira. Potensi ini harus betul-betul harus dimanfaatkan oleh generasi muda (mahasiswa) yang ada di Banda Naira untuk melakukan program-program pendampingan dan pemberdayaan Nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka”  ucapnya.

Selain sosialisasi, Uluputty juga mendengarkan langsung aspirasi dari kampus tersebut dan ada beberapa catatan yang harus di advokasi juga harus diselesaikan, dalam diskusi itu pihak kampus memohon bantuan Uluputty untuk menambah kuota beasiswa kepada anak-anak nelayan yang kuliah di kampus Universitas Banda Naira (UBN) tersebut, serta meminta pengadaan mesin pakan. Tidak luput pula  masalah BBM yang dinaikan oleh pemerintah turut menjadi sorotan mahasiswa di UBN.

“Ibu, masalah BBM bersubsidi yang dinaikkan harganya oleh pemerintah sangat berpengaruh terhadap kondisi keuangan keluarga kami, keuntungan dari hasil tangkapan ikan lebih banyak di habiskan untuk membayar harga solar yang dipakai untuk melaut, ya kalau lebih paling untuk makan sehari-hari, BLT juga saya rasa kurang membantu kami, saya berharap ibu bisa menyampaikan kepada pemerintah perihal kebijakan BBM ini secepatnya harus di selesaikan” ungkap salah satu Mahasiswa UBN.

Menutup kegiatan sosialisasi tersebut, Uluputty tentu saja sangat berterimakasih atas sambutan dan partisipasi dari semua pihak di Banda terutama Universitas Banda Naira yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Menanggapi permasalahan yang telah disampaikan tentu saja saya akan berkoordinasi dengan pihak mitra dalam hal ini pihak kementerian untuk bisa menindaklanjuti permintaan tersebut, serta untuk masalah BBM sendiri saya dan Fraksi PKS di DPR RI sudah sedari awal menolak hal tersebut, karena hal inilah yang kami takutkan, kenaikan BBM mengakibatkan multiefek yang berimbas pada menurunnya kesejahteraan rakyat” tegas Uluputty.

0 Comments: